Kepegawaian
Mantapkan Pilihan Masuk Sekolah Ikatan Dinas

Mantapkan Pilihan Masuk Sekolah Ikatan Dinas
Masih bingung mau kemana setelah tamat SMA ? atau sudah menjadi pengangguran selama satu tahun dan merasa bosan karena ingin melanjutkan pendidikan ? atau Takut Kuliah karena ujung-ujungnya sulit mendapat pekerjaan ?

Masih bingung mau kemana setelah tamat SMA ? atau sudah menjadi pengangguran selama satu tahun dan merasa bosan karena ingin melanjutkan pendidikan ? atau Takut Kuliah karena ujung-ujungnya sulit mendapat pekerjaan ? dan mungkin masih banyak hal lain yang dipikirkan setelah tamat SMA ?. Jangan khawatir, ada solusi yang ditawarkan yaitu dengan mengikuti seleksi Sekolah Kedinasan. Karena sekolah kedinasan yang rata - rata berada dibawah lembaga pemerintah baik itu Kementerian maupun non Kementerian, membuka pendaftaran buat siswa/siswi tamatan SMA.

Namun, sebelum masuk lebih jauh ke soal pendaftaran, ada baiknya perlu diketahui terlebih dulu apa itu Sekolah Ikatan Dinas atau Sekolah Kedinasan.  Sekolah Ikatan Dinas merupakan Sekolah setara dengan Perguruan Tinggi, dimana pendidikannya dibiayai oleh pemerintah baik seluruhnya maupun subsidi yang dibentuk dengan tujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang siap pakai, memiliki skill dan kompetensi yang handal sesuai dengan kebutuhan bidang pekerjaan masing-masing di Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Berikut beberapa daftar Sekolah Kedinasan yang ada di Indonesia antara lain AMG (Akademi Meteorologi dan Geofisika), STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik), IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial), STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional), STP (Sekolah Tinggi Perikanan), AKIP (Akademi Ilmu Pemasyarakatan), AIM (Akademi Imigrasi), STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi  Negara), STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat), STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) dan STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia).

Sekolah Kedinasan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Berikut klarifikasi tiap keunggulan tersebut:
1.    Biaya Kuliah Terjangkau
Setiap Sekolah Kedinasandisubsidi oleh APBN melalui aturan di Kementerian yang menaunginya, sehingga biaya kuliahnya pun menjadi lebih murah bahkan ada yang sama sekali tak perlu mengeluarkan biaya, sebab sebagian Sekolah Kedinasan benar-benar disubsidi oleh APBN sepenuhnya, sehingga biaya kuliah yang ditanggung benar-benar gratis.
 2.    Fasilitas Ikatan Dinas
Ikatan Dinas ialah agunan yang diberikan oleh beberapa Sekolah Kedinasan. Lulusannya mendapat pekerjaan di bidang yang menaunginya setelah menamatkan kegiatan belajarnya, dan tentu saja di kemudian hari akan diangkat sebagai Pengawai Negeri Sipil (PNS).

Bahkan buat sebagian Sekolah Kedinasan, terdapat fasilitas pengangkatan sebagai CPNS walaupun mahasiswa yang bersangkutan belum menyelesaikan pendidikannya. Ada juga yang memberikan fasilitas gaji atau uang saku kepada mahasiswanya, baik yang telah diangkat sebagai CPNS ataupun belum. Walaupun tak semua menjanjikan ikatan dinas, namun semua Sekolah Kedinasan memiliki akses jenjang karir sebagai pegawai di Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Di tengah semakin tinggi dan mahalnya biaya pendidikan di Indonesia seperti sekarang, keberadaan Sekolah Kedinasan menumbuhkan harapan besar bagi para pelajar di Indonesia untuk bisa menuntut ilmu dan mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus, terutama bagi pelajar yang kurang mampu secara ekonomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa label “kuliah gratis” dan “jaminan kerja” yang ditawarkan beberapa Sekolah Kedinasan menjadi daya tarik yang sangat menggiurkan. Oleh karena itu, tidak terlalu mengherankan jika jumlah pendaftaran sekolah kedinasan sangat besar meskipun mereka juga menyadari bahwa kuota untuk jumlah mahasiswa yang diterima sangat sedikit.

Bagi orang tua atau siswa-siswi yang ingin kuliah di salah satu Sekolah Kedinasan seperti telah dijelaskan di atas, maka pertama-tama sebaiknya mencari informasi mengenai profil sekolah kedinasan tersebut terlebih dahulu, apa visi dan misi sekolah, apa saja yang akan di pelajari, apakah di kenakan biaya atau gratis, bagaimana sistem pendidikan yang berlaku, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana prospek lulusan di masa yang akan datang. Hal ini penting agar tidak merasa “salah jurusan” saat sudah diterima di kuliah disana.

Jika telah memutuskan untuk mendaftar, hal kedua yang perlu dilakukan adalah mencari informasi bagaimana proses seleksinya dan bisa menanyakannya  kepada orang-orang yang telah kuliah disana atau orang-orang yang telah mengikuti ujian sebelumnya,  juga bisa membeli buku yang berisi kumpulan soal-soal seleksi sekolah kedinasan.

Ketiga, tetap fokus pada tujuan dan percaya pada kemampuan diri dengan membuat jadwal belajar secara teratur dan berusahalah untuk menjalankan dan mematuhi jadwal yang telah dibuatkan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, tentunya melalui proses belajar yang rutin dan intens dilakukan maka peluang untuk diterima bisa semakin besar. Keempat, jaga kesehatan dengan makan dan tidur yang cukup dengan tetap memperhatikan asupan gizi, karena salah satu tes yang akan dilakukan pada saat seleksi Sekolah Kedinasan adalah Tes Kesehatan. Kelima, hendaknya jauh-jauh hari latihan fisik yang teratur, dengan teknik yang benar dan secara mandiri.

Ketika hari H sudah semakin dekat, hentikan latihan-latihan berat, cukup latihan ringan seperti lari-lari kecil saja dan perbanyak konsumsi multivitamin dan buah-buahan. Tes Kesamaptaan merupakan salah satu rangkaian tes yang diberikan dalam seleksi Sekolah Kedinasan untuk mengukur tingkat kesehatan jasmani masing masing peserta.

Keenam, berdoalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa agar bisa masuk dan diterima, manusia hanya bisa berusaha. Namun, bagaimanapun juga keputusan ada di tangan Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, dan jangan lupa juga untuk minta ridho dan do’a restu dari kedua orang tua.







Kepegawaian Lainnya